Today is: Friday, 30th July 2010
Log in
MAKHLUK TUHAN 2
Antara cinta dan kejujuran
Terkadang jika bosan t’lah singgah
Maka kejujuran sering menjadi korban
Kebenaran menjadi nomor terakhir
Tak berarti, lalu tersisihkan
Kemudian muncul cerita baru
Yang secara tak langsung
Menyakiti seorang makhluk Tuhan
Ada yang diuntungkan
Ada pula yang dirugikan
Sungguh tercipta berpasangan
Namun saya terkadang
Percaya pada takdir
Bergantung pada perasaan
Yang sangat mempengaruhi
Takdir = kepercayaan pada suatu
Jalan hidup yang dirasakan dalam-dalam
Lalu jika semua itu datang
Mungkin semua manusia
Akan takut dan jera
Untuk disakiti dan diasingkan
Salahkah jika kita berpikiran panjang ?
Sepanjang jalan hidup di depan
Yang menanti untuk kita pijak
Lebih jauh, lebih lama
Pantas saja semua orang berputus asa !!
Ternyata karena mereka selalu
Merasa tak pernah didengar
Dan selalu merasa bersalah karena mengalah
Apakah semua itu takkan berakhir ?
Karena saya telah jera
Jalani hidup penuh dengan pengorbanan
TUHAN DIMANA ?
Pelangi tak lagi muncul
Saat hujan t’lah mereda
Dan mentari kembali bersinar
Induk mega tak lagi menghibur
Ketika anak sang lembayung
Menangis darah
Angin tak lagi berhembus
Saat awan menggumpalkan hitamnya
Padang rumput nan luas
Tak lagi menghijau
Ketika petir menahan hujannya
Dan Tuhan tak lagi ada
Saat umatNya membutuhkan
KasihNya dalam keputusasaan
TANYA TUHAN
Sesak di jiwa
Kala kesal memberontak
Paksa hati untuk teriak
Panggil raga yang terinjak
Penuhi batin kan terinjak
Erang ku akan nyerimu
Siksa aku sampai ku berlalu
Tak ingin aku lahir dari harapmu
Tanya Tuhan apa aku ingin hidup d
20 Dec 09 | 