Today is: Friday, 30th July 2010
Log in

RETAK

Tertegun ku di senja batas alam raya
Terpana panorama indah, merah, memudar
Termenung sendiri pandangi terus garis cakrawala
Menanti bulan gantikan cahaya sang surya
Masih ku duduk di ayunan suara petang
Terhalang rintiknya gerimis menerpa
Tetap ku duduk tunggui janji bicara
Hingga lelapku terjaga dari hempasan
Terka coba tebak ada kisah yang kian nyata
Hiasi jalanan kita penuh cerita
Sirami semuanya dengan sangan-angan
Jadikan derak-derak tak terkata
Susun coba satukan kepingan impian
Yang sempat terpecah di keasingan jiwa
Panjat coba rambati rasa ingin singgah
Saat tak ada lagi mata yang terseka
Seakan pecah tak tertemui pecahannya
Hanya terlihat kilat hampiri bekasnya
Singgahi pelangi berkabutkan dahaga
Terpa kehampaan, asa terpendam
Lalu sempat pula terdustai
Kelam, pekat malam ini
Nanti hujan deras basahi diri
Sehingga bulan pun enggan hampiri

RETAK

Tertegun ku di senja batas alam raya
Terpana panorama indah, merah, memudar
Termenung sendiri pandangi terus garis cakrawala
Menanti bulan gantikan cahaya sang surya
Masih ku duduk di ayunan suara petang
Terhalang rintiknya gerimis menerpa
Tetap ku duduk tunggui janji bicara
Hingga lelapku terjaga dari hempasan
Terka coba tebak ada kisah yang kian nyata
Hiasi jalanan kita penuh cerita
Sirami semuanya dengan sangan-angan
Jadikan derak-derak tak terkata
Susun coba satukan kepingan impian
Yang sempat terpecah di keasingan jiwa
Panjat coba rambati rasa ingin singgah
Saat tak ada lagi mata yang terseka
Seakan pecah tak tertemui pecahannya
Hanya terlihat kilat hampiri bekasnya
Singgahi pelangi berkabutkan dahaga
Terpa kehampaan, asa terpendam
Lalu sempat pula terdustai
Kelam, pekat malam ini
Nanti hujan deras basahi diri
Sehingga bulan pun enggan hampiri