Today is: Friday, 30th July 2010
Log in

MAKHLUK TUHAN 2

Antara cinta dan kejujuran
Terkadang jika bosan t’lah singgah
Maka kejujuran sering menjadi korban
Kebenaran menjadi nomor terakhir
Tak berarti, lalu tersisihkan
Kemudian muncul cerita baru
Yang secara tak langsung
Menyakiti seorang makhluk Tuhan
Ada yang diuntungkan
Ada pula yang dirugikan
Sungguh tercipta berpasangan
Namun saya terkadang
Percaya pada takdir
Bergantung pada perasaan
Yang sangat mempengaruhi
Takdir = kepercayaan pada suatu
Jalan hidup yang dirasakan dalam-dalam
Lalu jika semua itu datang
Mungkin semua manusia
Akan takut dan jera
Untuk disakiti dan diasingkan
Salahkah jika kita berpikiran panjang ?
Sepanjang jalan hidup di depan
Yang menanti untuk kita pijak
Lebih jauh, lebih lama
Pantas saja semua orang berputus asa !!
Ternyata karena mereka selalu
Merasa tak pernah didengar
Dan selalu merasa bersalah karena mengalah
Apakah semua itu takkan berakhir ?
Karena saya telah jera
Jalani hidup penuh dengan pengorbanan

APAKAH AKU HARUS DENGARKAN ?

Apakah aku harus dengarkan ?
Apa yang ingin orang-orang katakan
Tentang aku, tentang kamu
Dan tentang kehidupan kita
Apakah aku harus dengarkan ?
Teriak orang-orang yang memaki
Caciku cacimu, dan runtuhkan kita
Yang penuh air, penuh darah
Apakah aku harus dengarkan ?
Suara serau orang-orang
Resah, gelisahmu
Lawan seluruh asa yang t’lah terbangun
Apakah aku harus dengarkan ?
Terkam orang-orang
Yang siksaku, siksa jiwamu suci
Tanpa prasangka yang nyata adanya
Apakah aku harus dengarkan ?
Sapaan keras orang-orang
Yang tuduhku, yang terkamku
Berakhir kecewa, nan hina
Apakah aku harus dengarkan ?
Seluruh kekuatan orang-orang
Yang coba kejarku, tangisiku
Dengan sisa-sisa jiwaku yang rapuh

RETAK

Tertegun ku di senja batas alam raya
Terpana panorama indah, merah, memudar
Termenung sendiri pandangi terus garis cakrawala
Menanti bulan gantikan cahaya sang surya
Masih ku duduk di ayunan suara petang
Terhalang rintiknya gerimis menerpa
Tetap ku duduk tunggui janji bicara
Hingga lelapku terjaga dari hempasan
Terka coba tebak ada kisah yang kian nyata
Hiasi jalanan kita penuh cerita
Sirami semuanya dengan sangan-angan
Jadikan derak-derak tak terkata
Susun coba satukan kepingan impian
Yang sempat terpecah di keasingan jiwa
Panjat coba rambati rasa ingin singgah
Saat tak ada lagi mata yang terseka
Seakan pecah tak tertemui pecahannya
Hanya terlihat kilat hampiri bekasnya
Singgahi pelangi berkabutkan dahaga
Terpa kehampaan, asa terpendam
Lalu sempat pula terdustai
Kelam, pekat malam ini
Nanti hujan deras basahi diri
Sehingga bulan pun enggan hampiri

AMUK KATA

Aku merintih kesakitan
Aku menggigil kedinginan
Aku tersudut ketakutan
Aku terbuang dilupakan
Aku sendiri terasingkan
Lidahku kelu membeku
Tubuhku terbujur kaku
Pandanganku nanar
Teropong asa
Aku sendiri terpojok
Aku sendiri terjebak pekat rayuan
Aku sendiri terjatuh rapuh
Aku sendiri tanpa teman bernyanyi
Aku sendiri tiada tempat berlindung
Aku teriak tanpa batas
Aku berlari tiada lelah
Aku berpeluh kalah

SEPI

Aku memilikimu,dan kau pun memilikiku.
Qta hidup bersama.
Tapi…entah knp ku masih merasa sepi…
Apa krn waktu qta bersama hanya beberapa jam?
Aku merasa sepi,di kala ku mulai merasakan cintamu,cintaku,cinta qta..
Aku tersiksa dengan kesepian ini.
Tapi rasa ini juga,yg akan terasa,ketika qta terpisah ruang dunia..
Aku tak tau apa yg harus aku lakukan saat sepi ini melandaku…