Posted in December 20, 2009 ¬ 6:52 amh.
Subscriber
Kenapa semua orang menganggap aku bodoh ?
Kenapa semua orang selalu mempermainkanku ?
Mengapa semua orang menikamku ?
Mengapa tak sekalian bunuh aku ?
Biar aku tak punya nafaas lagi di dunia
Biar aku tak bisa lagi merasakan waktu
Yang berjalan melingkariku
Mengapa mereka menganggapku tak lain
Hanya sebagai binatang
Yang tak mempunyai perasaan
Yang tak mempunyai pikiran
Aku benci semua ini
Aku benci kehidupan ini
Aku benci semua mimpi ini
Aku benci diriku sendiri
Rasanya aku tak pernah dapatkan
Sedikit udara untuk bernafas
Yang kurasakan hanyalah
Sesak
Yang tak pernah berakhir
Posted in December 20, 2009 ¬ 6:49 amh.
Subscriber
Antara cinta dan kejujuran
Terkadang jika bosan t’lah singgah
Maka kejujuran sering menjadi korban
Kebenaran menjadi nomor terakhir
Tak berarti, lalu tersisihkan
Kemudian muncul cerita baru
Yang secara tak langsung
Menyakiti seorang makhluk Tuhan
Ada yang diuntungkan
Ada pula yang dirugikan
Sungguh tercipta berpasangan
Namun saya terkadang
Percaya pada takdir
Bergantung pada perasaan
Yang sangat mempengaruhi
Takdir = kepercayaan pada suatu
Jalan hidup yang dirasakan dalam-dalam
Lalu jika semua itu datang
Mungkin semua manusia
Akan takut dan jera
Untuk disakiti dan diasingkan
Salahkah jika kita berpikiran panjang ?
Sepanjang jalan hidup di depan
Yang menanti untuk kita pijak
Lebih jauh, lebih lama
Pantas saja semua orang berputus asa !!
Ternyata karena mereka selalu
Merasa tak pernah didengar
Dan selalu merasa bersalah karena mengalah
Apakah semua itu takkan berakhir ?
Karena saya telah jera
Jalani hidup penuh dengan pengorbanan
Posted in December 20, 2009 ¬ 6:45 amh.
Subscriber
Apakah aku harus dengarkan ?
Apa yang ingin orang-orang katakan
Tentang aku, tentang kamu
Dan tentang kehidupan kita
Apakah aku harus dengarkan ?
Teriak orang-orang yang memaki
Caciku cacimu, dan runtuhkan kita
Yang penuh air, penuh darah
Apakah aku harus dengarkan ?
Suara serau orang-orang
Resah, gelisahmu
Lawan seluruh asa yang t’lah terbangun
Apakah aku harus dengarkan ?
Terkam orang-orang
Yang siksaku, siksa jiwamu suci
Tanpa prasangka yang nyata adanya
Apakah aku harus dengarkan ?
Sapaan keras orang-orang
Yang tuduhku, yang terkamku
Berakhir kecewa, nan hina
Apakah aku harus dengarkan ?
Seluruh kekuatan orang-orang
Yang coba kejarku, tangisiku
Dengan sisa-sisa jiwaku yang rapuh