Today is: Wednesday, 8th September 2010
Log in
Tahun Pertama
Ini adalah tahun pertama kita bersama
Menanti berlabuhnya asa di satu biduk cinta terindah
Terombang ambing di tengah lautan luas nan ganas
Berteman satu dayung dan satu tekad
Untungnya…
Perahu ini tetap kokoh seperti mula
Meski ombak tak henti menerjang
Meski pasang sering menenggelamkan harapan
Engkau tetap percaya, engkau tetap mengerti
Engkau tetap menanti
Tak ingin kembali, tak ingin berhenti
Engkau terus ingin bersamaku hingga ke tepi
Di pelabuhan terindah
Bersama cinta dan rindu yang kita punya
Tanpa memandang apa, siapa, tapi bagaimana
Ini adalah tahun pertama kita bersama
Penantian tanpa letih, kesabaran diuji
Di saat satu persatu cinta dua insan biasanya t’lah mati
Engkau tetap disini, tak sedikitpun isyaratkan letih
Percayalah…
Ketulusanmu takkan pernah terganti
Keyakinan dan harapanmu kan terwujud abadi
Sebab kita berjanji bukan sekedar bermimpi
monkey singing
monkey singing

smoke monkey
smoke monkey

sexy cow ??
this is sexy cow, hehehe

Pematang Sawah
Rumput liar tumbuh di antara pematang sawah. Sisa lumpur pagi masih memberi rasa dingin di ujung kaki. licin, geli terasa menyusur pori-pori telapak kaki.. Ketika pematang telah liar biang-biang rumputnya dan padi menggunung di seluruh tebingnya saat itu petani mulai menghela hari, mengurai tanah, menata dengan lajur-lajur yang teratur. Itulah perjuangan setengah mati setengah hidup sampai panen tiba.
Rumpun hijau adalah nyawa dari sebuah desa agraris jauh melebihi sihir mal yang meranggas di kota- kota besar. Hawa desa adalah senyawa yang mampu menghadirkan sensasi yang membawa otak manusia sejenak istirahat dari nafsu merampok dan menjarah harta sesama.
Merapatlah. Dedaunan yang bergoyang ke kiri dan ke kanan akan memainkan irama melebihi lagu bethooven Simpony 9 (Scherzo). Sebutlah Palaran pada musik diatonis. Rumput dan angin yang bermesraan terus mendaraskan birama yang mendayu sekaligus melankoli.” Silahkan berimajinasi, silahkan meditasi, aku akan membawamu menyusuri jagad yang belum kau sentuh sebelumnya. Dunia yang akan merentangkan warna-warna pelangi hidup. Jika kau tengah rindu untuk dicinta sentuhlah dengan lembut ketiak padi yang setengah menguning dan sedang merayakan keremajaannya siap menyambut bulir padi yang berimpitan di pucuk batang . Bila tengah gulana goreslah ujung jarimu bawa bulu-bulu lembut punggung daunku untuk merangsang ranah refleksimu, maka kau akan tersenyum geli, menggelinjang dalam penyadaran akan rahasia tubuh yang selalu rindu untuk disentuh dan dibelai.”
Pernahkah kau lihat lukisan tentang pematang sawah. Lihat garis – garis yang mengurai keteraturan akan garis kehidupan. Dari dekat garis yang memanjang akan bersentuhan dengan tingkatan garis yang memendek di atasnya sampai perspektif gambarnya memburai warna untuk dikaburkan dan garis semakin dirapatkan. Alur itu adalah birama dan disitulah makna kehidupanmu akan menemu. Jagat besarmu akan terserap pada saat kau tengah terpatri pada keindahan misteri hidup akan berpendaran selanjutnya kedewasaanmulah yang membawamu untuk merasakan betapa kuasanya Tuhan atas ciptaan – Nya.
Kutunggu kau di sungai mari menyusur di tebing-tebingnya. Lihat dan telisik suara-suara yang beradu memainkan patet yang sering menjadi inspirasi seniman untuk menggubah tembang-tembang yang mampu menyihir pendengar untuk merasakan keindahan komposisi titi nadanya. Kercik air adalah sebuah hukum alam. Air akan mencari sangkan paraning dumadi, mencari kesejatian. Dari keheningannya akan menimbulkan daya bila alur hidup yang semestinya sudah tersurat, dipaksa berbelok kemudian tersimpan sementara lama daya dobraknya mampu meruntuhkan jagad kepongahan.
29 Apr 09 | 