Today is: Friday, 10th September 2010
Log in
branch blog
Sat, August 14, 2010 • Dr. Sketchy's at the Brooklyn Museum. We had a glorious time at the Dr. Sketchy's Group Art Blog, you can see an archive of art created
Source: http://www.drsketchy.com/blog/?p=187
jbpburlesque message february with amber ray nyc san
6. Sat 2/14- Dr. Sketchy Special Edition Ron English @ Slipperroom (LES NYC) Paris to Tokyo, Dr. Sketchy's has become the largest chain of drawing classes in
Source: http://groups.yahoo.com/group/JBPBurlesque/message/660
erotic burlesque art an interview with molly crabapple
Is Dr. Sketchy's Anti-Art School a franchise or do you run the full think it is a symptom of another post-modern nostalgia, or maybe just a reaction to
Source: http://scene360.com/articles/3662/molly-crabapple/
MAKHLUK TUHAN 2
Antara cinta dan kejujuran
Terkadang jika bosan t’lah singgah
Maka kejujuran sering menjadi korban
Kebenaran menjadi nomor terakhir
Tak berarti, lalu tersisihkan
Kemudian muncul cerita baru
Yang secara tak langsung
Menyakiti seorang makhluk Tuhan
Ada yang diuntungkan
Ada pula yang dirugikan
Sungguh tercipta berpasangan
Namun saya terkadang
Percaya pada takdir
Bergantung pada perasaan
Yang sangat mempengaruhi
Takdir = kepercayaan pada suatu
Jalan hidup yang dirasakan dalam-dalam
Lalu jika semua itu datang
Mungkin semua [...]
ANCAMAN MURKA
Melangkah, melayang, berontak
Torehkan kebencian dalam angan
Terkurung hatiku penuh kekecewaan
Belahlah jiwa dengan murka
Otakku mulai berpikir kemana-mana
Yeriakan duka bangunkan lara
Kerahkan s’luruh raga
‘tuk lakukan seluruh dosa
dosa, dosa, dosa, hitam
ancaman murka cerminan kemunafikan
rasakan hidup penuh hujatan
ancaman murka lambang kepercayaan
TOREHAN BENCI
Aku berjalan dalam bimbang
Bergelut dengan kehendak hati
Dengarkan prosa-prosa hitam
Peraturan-peraturan tak tertulis
Susah, payah aku mengeluh
Penuhi inginmu kuasaiku
Keras, tajam aku bertarung
Gapai asa kebohongan penuh
Pecutan-pecutan menggores punggungku
Merah, kasar, berdarah
Seretan-seretan paksa aku
Menoreh, menodai tulang kakiku
Jangan coba kau tolong aku
Biarkan aku tenggelam dalam luka
Dalam, tertanam tak tampak
Tinggalkan aku dalam hina
Jangan sampai kau pun terluka
Biar aku yang bernanah dalam sakit
NANAR JIWA
Aku berdiri telanjang
Tanpa sehelai kainpun
Dengan vagina yang terluka
Payudara yang hilang
Raut wajah yang kusam
Rambut terurai tak terawat, kulit yang mengelupas
Dan tentu saja dengan jiwa yang terganggu
Tertatih berjalan
Coba gapai pijakan yang lebih kokoh
Tubuh kurusku menyeret asa
Pandangan kosong tak berarti
Aku kini senyawa yang usang
Tak bernilai seperti sampah
Di ambil indahnya lalu dibuang
Hingga tak terdapat lagi serinya
Dua tangan terbuka , [...]
Use a more specific keywords
