Today is: Friday, 10th September 2010
Log in

banjir archive skyscrapercity


Wagub Tinjau 13 Pintu Air Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengerukan kali Mookervart ini dilakukan sepanjang 600 meter dengan tinggi dari yang ada sekarang atau sekitar satu meter.
Source: http://www.skyscrapercity.com/archive/index.php/t-539852.html

pintu katulampa retak kompas com


BOGOR, KOMPAS.com- Penjaga pintu air Bendung Katulampa, Bogor, Andi Sudirman, mengatakan, pintu penguras ke arah Ciliwung retak sepanjang satu meter setelah sebelumnya dihantam
Source: http://megapolitan.kompas.com/read/2010/02/13/22030144/Pintu.Katulampa.Retak

tvone gawat pintu air katulampa retak nasional


Bogor, (tvOne) Akibat banjir bandang, pintu penguras ke arah Ciliwung retak sepanjang satu meter. "Memang betul retak, keretakan sepanjang satu meter," ujar penjaga pintu air
Source: http://www.tvone.co.id/berita/view/33089/2010/02/13/gawat_pintu_air_katulampa_retak

DIMANA AKU KINI ?

Lupakan bahwa aku pernah ada
Lupakan bahwa aku terlahir
Aku kini manusia tak berdaya
Aku hidup dari kematian
Dengan bantuan alam
Merenung sendiri
Kemudian teriak berontak
Lawan kenyataan
Aku berlari kemana ku mau
Mencari sosok yang kan menjawab
Namun kala ku letih, menangis
Ku bertanya “Dimana aku kini ?”
Inikah aku si mayat hidup ?
Mengorek tempat untuk berteduh
Tertawa dalam kegilaan
Putus asa ku merunduk

MENGAPA ?

Terpaksa ku lakukan semua
Susah payah ku penuhi semua
Apapun kulakukan demi mereka
Mengapa aku selalu salah ?
Mengapa aku selalu hina ?
Ku lalui semua ini dengan sabar
Dengan ikhlas kuterima
Walau dengan air mata
Mengapa aku selalu salah ?
Mengapa aku terhina ?

MERABA

Saat tangis ini menjadi terisak
Karena kuatnya rasa sepi ini
Lalu aku menghentikan segala keluh ini
Mencoba bertahan dalam dinding kesendirian ini
Terlempar dari keceriaan, keramaian
Tersudutkan pengasingan
Mencoba gapai angan walau dalam gelap
Hanya bisa perangi keangkuhan ini
Sendiri dalam sepi…
sendiri…

KAU BUTA

Otakku terkunci waktu
Terdoktrinisasi kebusukan
Binasa oleh jalannya kehidupan
Tertiup angin terbawa masa
Pengorbanan nyawa dan akal
Menjadi satu tujuan pasti
Darah menggumpal dalam kaleng
Bercampur karat dan bau besi
Kenyataan ini hanyalah palsu
Tak berarti sama sekali
Hanya hempaskan tubuh
Dalam kerasnya papan kematian
Kau hanya diam tanpa bicara
Kau telah bisu tanpa kata-kata
Bahkan mungkin kau telah mati
Karena kau telah mati
Karena kau tak pernah dengarku
Kau terkalahkan iblis [...]

Use a more specific keywords