Today is: Friday, 30th July 2010
Log in

CINTA YG TERPAKSA

Ku suka kau dulu
karna kau sederhana
ku suka kau dulu
karna kau bijaksana
ku suka kau dulu
karna kau tak hina
ku suka kau dulu
karna kau rangkulku
ku suka kau dulu
karna kau lindungiku
ku suka kau dulu
karna kau mengertiku
ku suka kau dulu
karna kau lembut
ku suka kau dulu
karna kau menjemput
ku suka kau dulu
karna kau tak takut
tapi, ku paksa kau bersatu
ku paksa kau ikutiku
ku paksa kau cintaiku
ku paksa kau hidup denganku
kini kau berubah
kasihmu tak lagi sama
tak lagi nyata
tak lagi seirama
tak lagi ikhlas
semua karna terpaksa
semua karna belas kasihan
aku kehilanganmu
kehilangan dirimu yg dulu
kehilangan dirimu yg sendu…

TERPURUK MEMBUSUK

Kulihat langit menangis darah
Hujan air mata basahi bumi
Pohon-pohon tertunduk malu
Kicau-kicau burung tertahan bisu
Merenung aku terisak perih
Terpikir untuk segera berlalu
Kebencianku merubah segalanya
Aku sendiri tanpa suara, tanpa tawa
Apakah aku harus menunggu hingga mentari tenggelam?
Terhempas dalam membusuk tak kembali
Lalu bulan bintang tak mau lagi menerangi
Bumi gelap gulita tiada sinar
Terpuruk, membusuk terasa mengeruk
Semua manusia tak anggapku ada
Citaku hilang tak membekas
Tinggalkanku dalam keterpurukanku
Meronta aku berontak lawan penindasan
Aku mungkin kalah dan terhina
Tapi aku manusia, makhluk yang inginkan bahagia
Aku tak mungkin lagi berharap
Karena seluruh harapan telah sirna
Aku hanya menunggu semua orang mati
Agar aku tak lagi merasa terpuruk membusuk
Mati dalam hina dan kecewa

HOPELESS

Segala pinta rubah jadi janji
Tiada harapan
Yang kan damba bahagia
Kecewakan hati yang penuh harap
Hati berkecamuk dendam
Karena tak terkabulkan
Kelam..asaku terbungkam
Mata hati tertutup kabut penyesalan
Jiwa..kekal renggut kehidupan
Anganku melayang
Sang esa berkehendak
Keras hidup berakhirkan

KILAS

Hatiku sesak kini
Penuh usulan tak berarah
Kilasan kesalahan lalu
Hempaskan aku dalam air mata
Aku menangis
Saat semua
Umpatku dalam tawa
Tikamku dengan pedang
Yang terhunus tajam
Tepat pada rasaku
Aku gila karena hina
Buatku sesal tak bermuara
Namun terus tetes hujan basahiku
Arus bawaku menuju hulu dendam
Hancur kini cetakkan nafsuku
Asaku, harapanku, kecewakanku
Pancarkan cahayanya, bakarku
Sekilas kenangan melintas
Bayangan masa kecilku membias
Tatapan suci ketika itu
Terbayar amukan catatan masa depan

LELAH 2

Tawa tak lagi renyah ku dengar
Tidur tak lagi lelap kurasa
Jiwa tak lagi damai kurasa
Hidup tak lagi indah kulihat
Batas nyawaku mulai terlihat
Siksaan-siksaan t’lah mulai terasa
Panggilan-panggilan alam
T’lah mulai menjemputku
Bosan menyelimuti diri
Takut menghantui asa
Pasrah tetap aku pasrah
Walau perih tetap aku rasa
Lelah aku lelah
Lemah
aku tak lagi kuat