Today is: Friday, 30th July 2010
Log in
BIAR
Aku terikat…
Hasrat tersirat desah semakin menjerat
Aku tak tahu apakah aku telah mati atau belum
Aku tak pernah tahu apakah nyawa itu melayang atau tidak
Aku teriak…
Hampa, gelisah tak berjeda
Ku hampir terduduk lemas tanpa arah
Detak-detak jantungku yang semakin terdengar
Gaduh, hingar-bingar…
Ku dengar sayup-sayup nyawa yang merintih
Sakit, perih…
Tertusuk duri dalam punggungku
Tak setitikpun nyata terlihat
Tak sepercik dosapun terhapuskan
Dekap aku bersama air mata
Peluk aku bersama keluh kesah
Biarkanlah aku pergi
Tinggalkan semua mimpi-mimpi
Gapai angan yang baru lagi
Sehingga suka datang tak terperi
LELAH 1
Aku lelah bermain kata
Aku lelah bersuka ria
Ingin teriak, ingin lari
Pergi dari semua kisah jingga
Tak ingin lagi ikuti
Kehendak hati yang kerap menjerat
Tak mau lagi jalani
Segala aturan dunia maya
Aku telah bangun mimpi-mimpi
Yang berharap jadi nyata
Namun mimpi itu kan sirna
Sama seperti binar suryamu
Kini aku seperti angin
Berhembus kesana kemari
Tak tahu arah kemana
Mengamuk memecah alam
MASIH
Aku sendiri disini
Sendiri, sendiri
Masih sendiri
Meratap, menangis
Sendiri
Aku sendiri
Terus sendiri
Dan tetap sendiri
Tiada sentuhan
Tiada belaian
Apalagi pelukan
Aku sendiri….
Terhempas
Terpuruk membusuk
Sendiri dalam gelap dan hujan
Selalu sendiri
KENAPA ? 2
Kenapa semua orang menganggap aku bodoh ?
Kenapa semua orang selalu mempermainkanku ?
Mengapa semua orang menikamku ?
Mengapa tak sekalian bunuh aku ?
Biar aku tak punya nafaas lagi di dunia
Biar aku tak bisa lagi merasakan waktu
Yang berjalan melingkariku
Mengapa mereka menganggapku tak lain
Hanya sebagai binatang
Yang tak mempunyai perasaan
Yang tak mempunyai pikiran
Aku benci semua ini
Aku benci kehidupan ini
Aku benci semua mimpi ini
Aku benci diriku sendiri
Rasanya aku tak pernah dapatkan
Sedikit udara untuk bernafas
Yang kurasakan hanyalah
Sesak
Yang tak pernah berakhir
MAKHLUK TUHAN 2
Antara cinta dan kejujuran
Terkadang jika bosan t’lah singgah
Maka kejujuran sering menjadi korban
Kebenaran menjadi nomor terakhir
Tak berarti, lalu tersisihkan
Kemudian muncul cerita baru
Yang secara tak langsung
Menyakiti seorang makhluk Tuhan
Ada yang diuntungkan
Ada pula yang dirugikan
Sungguh tercipta berpasangan
Namun saya terkadang
Percaya pada takdir
Bergantung pada perasaan
Yang sangat mempengaruhi
Takdir = kepercayaan pada suatu
Jalan hidup yang dirasakan dalam-dalam
Lalu jika semua itu datang
Mungkin semua manusia
Akan takut dan jera
Untuk disakiti dan diasingkan
Salahkah jika kita berpikiran panjang ?
Sepanjang jalan hidup di depan
Yang menanti untuk kita pijak
Lebih jauh, lebih lama
Pantas saja semua orang berputus asa !!
Ternyata karena mereka selalu
Merasa tak pernah didengar
Dan selalu merasa bersalah karena mengalah
Apakah semua itu takkan berakhir ?
Karena saya telah jera
Jalani hidup penuh dengan pengorbanan
20 Dec 09 | 