Posted in December 20, 2009 ¬ 6:57 amh.
Subscriber
Aku terikat…
Hasrat tersirat desah semakin menjerat
Aku tak tahu apakah aku telah mati atau belum
Aku tak pernah tahu apakah nyawa itu melayang atau tidak
Aku teriak…
Hampa, gelisah tak berjeda
Ku hampir terduduk lemas tanpa arah
Detak-detak jantungku yang semakin terdengar
Gaduh, hingar-bingar…
Ku dengar sayup-sayup nyawa yang merintih
Sakit, perih…
Tertusuk duri dalam punggungku
Tak setitikpun nyata terlihat
Tak sepercik dosapun terhapuskan
Dekap aku bersama air mata
Peluk aku bersama keluh kesah
Biarkanlah aku pergi
Tinggalkan semua mimpi-mimpi
Gapai angan yang baru lagi
Sehingga suka datang tak terperi
Posted in December 20, 2009 ¬ 6:55 amh.
Subscriber
Aku lelah bermain kata
Aku lelah bersuka ria
Ingin teriak, ingin lari
Pergi dari semua kisah jingga
Tak ingin lagi ikuti
Kehendak hati yang kerap menjerat
Tak mau lagi jalani
Segala aturan dunia maya
Aku telah bangun mimpi-mimpi
Yang berharap jadi nyata
Namun mimpi itu kan sirna
Sama seperti binar suryamu
Kini aku seperti angin
Berhembus kesana kemari
Tak tahu arah kemana
Mengamuk memecah alam
Posted in December 20, 2009 ¬ 6:54 amh.
Subscriber
Aku sendiri disini
Sendiri, sendiri
Masih sendiri
Meratap, menangis
Sendiri
Aku sendiri
Terus sendiri
Dan tetap sendiri
Tiada sentuhan
Tiada belaian
Apalagi pelukan
Aku sendiri….
Terhempas
Terpuruk membusuk
Sendiri dalam gelap dan hujan
Selalu sendiri